Search This Blog

May 10, 2011

Antariksa

Arithmetic symbols2.svg
Geonext.png

Matematika secara umum ditegaskan sebagai penelitian pola dari struktur, perubahan, dan ruang. Matematika juga dapat didefinisikan sebagai penelitian bilangan dan angka. Dalam pandangan formalis, matematika adalah pemeriksaan aksioma yang menegaskan struktur abstrak menggunakan logika simbolik dan notasi matematika. Pandangan lain tergambar dalam filosofi matematika. Struktur spesifik yang diselidiki oleh matematikawan seringkali berasal dari Ilmu Pengetahuan Alam, sangat umum di fisika, tetapi matematikawan juga menegaskan dan menyelidiki struktur karena struktur dapat menyediakan generalisasi pemersatu bagi beberapa sub-bidang, atau alat bantu untuk perhitungan biasa.

Isaac Newton
Nuvola mimetypes kig doc.png
Crystal Clear app 3d.svg
sunting

Artikel pilihan

G. H. Hardy, pengarang A Mathematician's Apology

A Mathematician's Apology adalah esai yang ditulis pada tahun 1940 oleh matematikawan Britania G. H. Hardy. Esai ini membahas estetika matematika dan isi pribadi, dan memberikan wawasan kepada orang awam tentang pikiran seorang matematikawan aktif.

Hardy merasa perlu untuk memberi pembenaran untuk kerja seumur hidupnya dalam matematika terutama untuk dua alasan. Pertama, pada umur 62 tahun, Hardy merasakan mendekatnya ajal (dia telah berhasil pulih dari serangan jantung pada tahun 1939) dan menurunnya kreativitas dan kecekatan matematikanya. Dengan memberikan waktu untuk menulis pembelaan ini, Hardy mengakui bahwa masanya sebagai matematikawan kreatif telah berakhir. Dalam pengantarnya pada edisi tahun 1967, C. P. Snow memerikan Apology sebagai "ratapan mengharukan bagi daya kreatif yang pernah ada dan tidak akan muncul lagi." (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Kalkulus

sunting

Gambar pilihan

Sebuah jangka

Jangka adalah sebuah alat untuk menggambar lingkaran atau busur. Alat ini juga dapat digunakan untuk mengukur jarak, terutama pada peta. Jangka digunakan dalam matematika, gambar teknis, navigasi, dan lain-lain.

sunting

Matematikawan pilihan

Leonhard Euler

Leonhard Euler (lahir di Basel, Swiss, 15 April 1707 – meninggal di St. Petersburg, Rusia, 18 September 1783 pada umur 76 tahun) (dilafalkan "oiler") adalah matematikawan dan fisikawan Swiss. Ia dipandang (bersama Archimedes, Gauss, dan Newton) sebagai salah satu matematikawan terbesar sepanjang masa.

Euler menyumbangkan berbagai penemuan penting di bidang-bidang yang beragam seperti kalkulus dan teori graf. Dia juga memperkenalkan terminologi dan notasi matematika modern, terutama untuk analisis matematika, seperti konsep fungsi matematika. Dia juga dikenal dengan karya-karyanya dalam bidang mekanika, dinamika fluida, optika dan astronomi. (Selengkapnya...)

Tokoh pilihan sebelumnya: Carl Friedrich Gauss

sunting

Tahukah anda?

  • ... bahwa pada umur 10 tahun, Carl Friedrich Gauss membuat gurunya terkagum-kagum dengan memberikan rumus untuk menghitung jumlah suatu deret aritmatika berupa penghitungan deret 1+2+3+...+100?
  • ... bahwa Barisan Polinom dapat membantu menentukan rumus umum sembarang barisan yang diketahui beberapa suku awalnya?
sunting

Artikel

sunting

Kategori

Icon Mathematical Plot.svg

Kategori dalam matematika: Aljabar - Analisis matematika - Angka - Bilangan - Bilangan bulat - Matematika diskret - Eksponensial - Geodesi - Geometri - Kalkulus - Konjektur - Konstanta - Logika matematika - Matematikawan - Persoalan matematika yang belum terpecahkan - Sistem bilangan - Statistika - Teori himpunan - Trigonometri

Apr 13, 2011

Tugas Mandiri Kewirausahaan

Tugas Mandiri
PD. Peternakan Ayam Makmur Jaya
Rencana Anggaran Biaya ( RAB )
Tahun Buku 2011














1

Bahan Baku Penolong :










a. Bahan Baku
( Ayam 30 ekor X Rp 50.000,- )

Rp1,500,000.00



b. Bahan Pembantu
( Pakan ayam, Rp 750.000,- X 12 Bln )
Rp9,000,000.00



c. Bahan Penunjang Produksi ( Kandang ayam, 30 ekor X Rp 50.000,- / Kandang ) Rp1,500,000.00 +













Rp12,000,000.00
2 Gaji / Upah :











a. Pimpinan

( Rp 1.500.000,- X 12 Bln )

Rp18,000,000.00



b. Tenaga terampil
( 1 orang X Rp 950.000,- X 12 Bln )
Rp11,400,000.00



c. Tenaga biaya
( 5 orang X Rp 300.000,- X 12 Bln )
Rp18,000,000.00 +













Rp47,400,000.00
3 Penyusutan :











a. Bangunan 5 %
( Rp 14.000.000,- X 5 % )

Rp700,000.00



b. Mesin-mesin 10 %
( Rp 5.000.000,- X 10 % )

Rp500,000.00



c. Kendaraan & ATK 10 % ( Rp 200.000.000,- X 10 % )

Rp20,000,000.00 +













Rp21,200,000.00
4 Bunga modal pinjaman :









a. Pinjaman modal investasi ( Pinjaman ke bank )

Rp60,000,000.00



b. Pinjaman modal kerja ( Pinjaman ke orang tua )

Rp10,000,000.00



c. Bunga modal investasi ( Rp 60.000.000,- X 12 % )

Rp7,000,000.00 +













Rp77,000,000.00
5 Biaya lain-lain :










a. Listrik

( Rp 120.000,- X 12 Bln )

Rp1,440,000.00



b. Air

( Rp 90.000,- X 12 Bln )

Rp1,080,000.00



c. Asuransi

( Rp 1.000.000,- )


Rp1,000,000.00



d. Pajak

( Rp 42.400.000,- X 10 % )

Rp4,740,000.00



e. Promosi

( Rp 12.000.000,- X 10 % )

Rp1,200,000.00



f. Administrasi
( Rp 1.000.000,- )


Rp1,000,000.00



g. Perawatan gedung & mesin ( Rp 21.200.000,- X 5 % )

Rp1,060,000.00 +













Rp11,520,000.00 +


Jumlah seluruh anggaran biaya





Rp169,120,000.00














Mar 29, 2011

MID KEWIRAUSAHAAN ( SOAL A )

1.) Siapa yang memberikan kewenangan hak tagih kepada Komisioner?
Jawab :
Principal

Mar 12, 2011

Tsunami

Tsunami (bahasa Jepang: 津波; tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti "ombak besar di pelabuhan") adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.

Dampak negatif yang diakibatkan tsunami adalah merusak apa saja yang dilaluinya. Bangunan, tumbuh-tumbuhan, dan mengakibatkan korban jiwa manusia serta menyebabkan genangan, pencemaran air asin lahan pertanian, tanah, dan air bersih.

Sejarawan Yunani bernama Thucydides merupakan orang pertama yang mengaitkan tsunami dengan gempa bawah lain. Namun hingga abad ke-20, pengetahuan mengenai penyebab tsunami masih sangat minim. Penelitian masih terus dilakukan untuk memahami penyebab tsunami.

Teks-teks geologi, geografi, dan oseanografi di masa lalu menyebut tsunami sebagai "gelombang laut seismik".

Beberapa kondisi meteorologis, seperti badai tropis, dapat menyebabkan gelombang badai yang disebut sebagai meteor tsunami yang ketinggiannya beberapa meter diatas gelombang laut normal. Ketika badai ini mencapai daratan, bentuknya bisa menyerupai tsunami, meski sebenarnya bukan tsunami. Gelombangnya bisa menggenangi daratan. Gelombang badai ini pernah menggenangi Burma (Myanmar) pada Mei 2008.

Wilayah di sekeliling Samudra Pasifik memiliki Pacific Tsunami Warning Centre (PTWC) yang mengeluarkan peringatan jika terdapat ancaman tsunami pada wilayah ini. Wilayah di sekeliling Samudera Hindia sedang membangun Indian Ocean Tsunami Warning System (IOTWS) yang akan berpusat di Indonesia.

Bukti-bukti historis menunjukkan bahwa megatsunami mungkin saja terjadi, yang menyebabkan beberapa pulau dapat tenggelam

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Terminologi

Kata tsunami berasal dari bahasa jepang, tsu berarti pelabuhan, dan nami berarti gelombang. Tsunami sering terjadi Jepang. Sejarah Jepang mencatat setidaknya 195 tsunami telah terjadi.

Pada beberapa kesempatan, tsunami disamakan dengan gelombang pasang. Dalam tahun-tahun terakhir, persepsi ini telah dinyatakan tidak sesuai lagi, terutama dalam komunitas peneliti, karena gelombang pasang tidak ada hubungannya dengan tsunami. Persepsi ini dahulu populer karena penampakan tsunami yang menyerupai gelombang pasang yang tinggi.

Tsunami dan gelombang pasang sama-sama menghasilkan gelombang air yang bergerak ke daratan, namun dalam kejadian tsunami, gerakan gelombang jauh lebih besar dan lebih lama, sehingga memberika kesan seperti gelombang pasang yang sangat tinggi. Meskipun pengartian yang menyamakan dengan "pasang-surut" meliputi "kemiripan" atau "memiliki kesamaan karakter" dengan gelombang pasang, pengertian ini tidak lagi tepat. Tsunami tidak hanya terbatas pada pelabuhan. Karenanya para geologis dan oseanografis sangat tidak merekomendasikan untuk menggunakan istilah ini.

Hanya ada beberapa bahasa lokal yang memiliki arti yang sama dengan gelombang merusak ini. Aazhi Peralai dalam Bahasa Tamil, ië beuna atau alôn buluëk (menurut dialek) dalam Bahasa Aceh adalah contohnya. Sebagai catatan, dalam bahasa Tagalog versi Austronesia, bahasa utama di Filipina, alon berarti "gelombang". Di Pulau Simeulue, daerah pesisir barat Sumatra, Indonesia, dalam Bahasa Defayan, smong berarti tsunami. Sementara dalam Bahasa Sigulai, emong berarti tsunami.

[sunting] Penyebab terjadinya tsunami

Skema terjadinya tsunami

Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.

Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami.

Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi, dimana kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per jam. Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer.

Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar. Gempa bumi juga banyak terjadi di daerah subduksi, dimana lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua.

Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya terganggu. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, dapat terjadi megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter.

Gempa yang menyebabkan tsunami

  • Gempa bumi yang berpusat di tengah laut dan dangkal (0 - 30 km)
  • Gempa bumi dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter
  • Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun

[sunting] Sistem Peringatan Dini

Banyak kota-kota di sekitar Pasifik, terutama di Jepang dan juga Hawaii, mempunyai sistem peringatan tsunami dan prosedur evakuasi untuk menangani kejadian tsunami. Bencana tsunami dapat diprediksi oleh berbagai institusi seismologi di berbagai penjuru dunia dan proses terjadinya tsunami dapat dimonitor melalui perangkat yang ada di dasar atu permukaan laut yang terknoneksi dengansatelit.

Perekam tekanan di dasar laut bersama-sama denganperangkat yang mengapung di laut buoy, dapat digunakan untuk mendeteksi gelombang yang tidak dapat dilihat oleh pengamat manusia pada laut dalam. Sistem sederhana yang pertama kali digunakan untuk memberikan peringatan awal akan terjadinya tsunami pernah dicoba di Hawai pada tahun 1920-an. Kemudian, sistem yang lebih canggih dikembangkan lagi setelah terjadinya tsunami besar pada tanggal 1 April 1946 dan 23 Mei 1960. Amerika serikat membuat Pasific Tsunami Warning Center pada tahun 1949, dan menghubungkannya ke jaringan data dan peringatan internasional pada tahun 1965.

Salah satu sistem untuk menyediakan peringatan dini tsunami, CREST Project, dipasang di pantai Barat Amerika Serikat, Alaska, dan Hawai oleh USGS, NOAA, dan Pacific Northwest Seismograph Network, serta oleh tiga jaringan seismik universitas.

Hingga kini, ilmu tentang tsunami sudah cukup berkembang, meskipun proses terjadinya masih banyak yang belum diketahui dengan pasti. Episenter dari sebuah gempa bawah laut dan kemungkinan kejadian tsunami dapat cepat dihitung. Pemodelan tsunami yang baik telah berhasil memperkirakan seberapa besar tinggi gelombang tsunami di daerah sumber, kecepatan penjalarannya dan waktu sampai di pantai, berapa ketinggian tsunami di pantai dan seberapa jauh rendaman yang mungkin terjadi di daratan. Walaupun begitu, karena faktor alamiah, seperti kompleksitas topografi dan batimetri sekitar pantai dan adanya corak ragam tutupan lahan (baik tumbuhan, bangunan, dll), perkiraan waktu kedatangan tsunami, ketinggian dan jarak rendaman tsunami masih belum bisa dimodelkan secara akurat.


[sunting] Sistem Peringatan Dini Tsunami di Indonesia

Pemerintah Indonesia, dengan bantuan negara-negara donor, telah mengembangkan Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (Indonesian Tsunami Early Warning System - InaTEWS). Sistem ini berpusat pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Jakarta. Sistem ini memungkinkan BMKG mengirimkan peringatan tsunami jika terjadi gempa yang berpotensi mengakibatkan tsunami. Sistem yang ada sekarang ini sedang disempurnakan. Kedepannya, sistem ini akan dapat mengeluarkan 3 tingkat peringatan, sesuai dengan hasil perhitungan Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan (Decision Support System - DSS).

Pengembangan Sistem Peringatan Dini Tsunami ini melibatkan banyak pihak, baik instansi pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga internasional, lembaga non-pemerintah. Koordinator dari pihak Indonesia adalah Kementrian Negara Riset dan Teknologi(RISTEK). Sedangkan instansi yang ditunjuk dan bertanggung jawab untuk mengeluarkan INFO GEMPA dan PERINGATAN TSUNAMI adalah BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika). Sistem ini didesain untuk dapat mengeluarkan peringatan tsunami dalam waktu paling lama 5 menit setelah gempa terjadi.

Sistem Peringatan Dini memiliki 4 komponen: Pengetahuan mengenai Bahaya dan Resiko, Peramalan, Peringatan, dan Reaksi.Observasi (Monitoring gempa dan permukaan laut), Integrasi dan Diseminasi Informasi, Kesiapsiagaan.


[sunting] Cara Kerja

Sebuah Sistem Peringatan Dini Tsunami adalah merupakan rangkaian sistem kerja yang rumit dan melibatkan banyak pihak secara internasional, regional, nasional, daerah dan bermuara di Masyarakat.

Apabila terjadi suatu Gempa, maka kejadian tersebut dicatat oleh alat Seismograf (pencatat gempa). Informasi gempa (kekuatan, lokasi, waktu kejadian) dikirimkan melalui satelit ke BMKG Jakarta. Selanjutnya BMG akan mengeluarkan INFO GEMPA yang disampaikan melalui peralatan teknis secara simultan. Data gempa dimasukkan dalam DSS untuk memperhitungkan apakah gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami. Perhitungan dilakukan berdasarkan jutaan skenario modelling yang sudah dibuat terlebih dahulu. Kemudian, BMKG dapat mengeluarkan INFO PERINGATAN TSUNAMI. Data gempa ini juga akan diintegrasikan dengan data dari peralatan sistem peringatan dini lainnya (GPS, BUOY, OBU, Tide Gauge) untuk memberikan konfirmasi apakah gelombang tsunami benar-benar sudah terbentuk. Informasi ini juga diteruskan oleh BMKG. BMKG menyampaikan info peringatan tsunami melalui beberapa institusi perantara, yang meliputi (Pemerintah Daerah dan Media). Institusi perantara inilah yang meneruskan informasi peringatan kepada masyarakat. BMKG juga menyampaikan info peringatan melalui SMS ke pengguna ponsel yang sudah terdaftar dalam database BMKG. Cara penyampaian Info Gempa tersebut untuk saat ini adalah melalui SMS, Facsimile, Telepon, Email, RANET (Radio Internet), FM RDS (Radio yang mempunyai fasilitas RDS/Radio Data System) dan melalui Website BMG (www.bmg.go.id).

Pengalaman serta banyak kejadian dilapangan membuktikan bahwa meskipun banyak peralatan canggih yang digunakan, tetapi alat yang paling efektif hingga saat ini untuk Sistem Peringatan Dini Tsunami adalah RADIO. Oleh sebab itu, kepada masyarakat yang tinggal didaerah rawan Tsunami diminta untuk selalu siaga mempersiapkan RADIO FM untuk mendengarkan berita peringatan dini Tsunami. Alat lainnya yang juga dikenal ampuh adalah Radio Komunikasi Antar Penduduk. Organisasi yang mengurusnya adalah RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia). Mengapa Radio ? jawabannya sederhana, karena ketika gempa seringkali mati lampu tidak ada listrik. Radio dapat beroperasi dengan baterai. Selain itu karena ukurannya kecil, dapat dibawa-bawa (mobile). Radius komunikasinyapun relatif cukup memadai.

[sunting] Tsunami dalam sejarah

[sunting] Daftar pustaka

[sunting] Pranala luar

[sunting] Gambar dan film

Mar 5, 2011

New Seven Wonders of the World

New Seven Wonders of the World was a project that attempted to update the Seven Wonders of the Ancient World concept with a modern list of wonders. A popularity poll was led by Canadian-Swiss Bernard Weber[1] and organized by the Swiss-based, government-controlled New7Wonders Foundation,[2] with winners announced on July 7, 2007 in Lisbon.[3]

The New7Wonders Foundation claimed that more than 100 million votes were cast through the Internet or by telephone. Nothing prevented multiple votes, so the poll was considered "decidedly unscientific".[4] According to John Zogby, founder and current President/CEO of the Utica, New York-based polling organization Zogby International, New7Wonders Foundation drove “the largest poll on record”.[3]

The program drew a wide range of official reaction. Some countries touted their finalist and tried to get more votes cast for it, while others downplayed or criticized the contest.[3][3][4] After supporting the New7Wonders Foundation at the beginning of the campaign, by providing advice on nominee selection, The United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) distanced itself from the undertaking in 2007.[5][6]

The New7Wonders Foundation, established in 2001, relied on private donations and the sale of broadcast rights and received no public funding or taxpayers' money.[7] After the final announcement, New7Wonders said it didn't earn anything from the exercise and barely recovered its investment.[8]

In 2007 the foundation launched a similar contest, called New7Wonders of Nature, which will be the subject of voting until mid-2011.

Winners

Wonder Location Image
Chichen Itza
Chi'ch'èen Ìitsha'
Yucatán, Mexico El Castillo being climbed by tourists
Christ the Redeemer
O Cristo Redentor
Rio de Janeiro, Brazil
Christ the Redeemer in Rio de Janeiro
Colosseum
Colosseo
Rome, Italy The Colosseum at dusk: exterior view  of the best-preserved section
Great Wall of China
万里长城
萬里長城
Wànlǐ Chángchéng
People's Republic of China The Great Wall of china (Mutianyu section)
Machu Picchu
Machu Pikchu
Cuzco Region, Peru
View of Machu  Picchu
Petra
البتراء
al-Batrāʾ
Ma'an Governorate, Jordan
The Monastery at  Petra
Taj Mahal
ताज महल
تاج محل
Agra, India Taj Mahal

The Giza Pyramid of Egypt, the only remaining Wonder of the Ancient World, was granted an honorary site.

Wonder Location Image
Giza Pyramid Complex
أهرام الجيزة
Giza, Egypt Pyramide Kheops

[edit] Reactions

[edit] United Nations

In 2007 the New7Wonders Foundation contracted a partnership with the United Nations in recognition of the efforts to promote the UN's Millennium Development Goals“. The UN stated:

The New7Wonders campaigns aim to contribute to the process of uplifting the well being and mutual respect of citizens around the world, through encouraging interaction, expression of opinion and direct participation by voting and polling on popular themes and global issues which are understandable to everyone.[9]

However, the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), in a press release on June 20, 2007, reaffirmed that it has no link with the "private initiative". The press release concluded:

There is no comparison between Mr. Weber’s mediatised campaign and the scientific and educational work resulting from the inscription of sites on UNESCO’s World Heritage List. The list of the 7 New Wonders of the World will be the result of a private undertaking, reflecting only the opinions of those with access to the Internet and not the entire world. This initiative cannot, in any significant and sustainable manner, contribute to the preservation of sites elected by this public.[6]

[edit] Egypt

Egyptian commentators viewed it as competition to the status of the Great Pyramid of Giza, the only surviving monument of the original Ancient Wonders. "This is probably a conspiracy against Egypt, its civilization and monuments", wrote editorialist Al-Sayed al-Naggar in a leading state-owned daily. Egyptian Culture Minister Farouq Hosni said the project was "absurd" and described its creator, Weber, as a man "concerned primarily with self-promotion". Nagib Amin, an Egyptian expert on World Heritage Sites, has pointed out that "in addition to the commercial aspect, the vote has no scientific basis."

After the complaints from Egypt, the New7Wonders Foundation designated the Pyramids of Giza — the only remaining of the 7 Ancient Wonders of the World — as an Honorary New7Wonders Candidate, and removed them from the voting. However the Great Pyramid of Giza is not featured in their official results web site.[10]

[edit] Brazil

In Brazil there was a campaign Vote no Cristo (Vote for the Christ) which had the support of private companies, namely telecommunications operators that stopped charging voters to make telephone calls and SMS messages to vote.[11] Additionally, leading corporate sponsors including Banco Bradesco and Rede Globo spent millions of reais in the effort to have the statue voted into the top seven.[3] Newsweek reports the campaign was so pervasive that:

One morning in June, Rio de Janeiro residents awoke to a beeping text message on their cell phones: “Press 4916 and vote for Christ. It’s free!” The same pitch had been popping up all over the city since late January—flashing across an electronic screen every time city-dwellers swiped their transit cards on city buses and echoing on TV infomercials that featured a reality-show celebrity posing next to the city’s trademark Christ the Redeemer statue.[3]

According to an article in Newsweek, around 10 million Brazilians had voted in the contest by early July.[3] This number is estimated as the New7Wonders Foundation never released such details about the campaign.

[edit] Peru

An intensive campaign led by the Peruvian Ministry of Commerce and Tourism in Peru had a great impact in the media and consequently Peruvian people voted massively for its national wonder. The announcement of the new World Wonders generated great expectation and the election of Machu Picchu was celebrated nationwide, especially in Cusco's main square and in Lima where President Alan Garcia hosted a ceremony.

[edit] Chile

The Chilean representative for Easter Island's Moais, Alberto Hotus, said that the organizer Bernard Weber gave him a letter saying that the Moais had finished eighth and were morally one of the New Seven Wonders. Hotus said he was the only participant to receive such an apology.[12]

[edit] India

A campaign to publicize the campaign in India gathered speed and it reached a climax in July 2007 with news channels, radio stations, and many celebrities asking people to vote for the Taj Mahal.

[edit] Jordan

Queen Rania Al-Abdullah of Jordan joined the campaign to back Petra, Jordan's national treasure.[3] Despite Jordan only having a population of under 7 million people, it has been claimed that over 14 million votes were made from the country.[3] This number is estimated as the New7Wonders Foundation never released such details about the campaign.

[edit] Mexico

There was a campaign on the news programs to encourage people to vote for Chichen Itzá.

[edit] Other finalists

The other 13 finalists,[13] listed alphabetically, were:

Wonder Location Image
Acropolis of Athens Athens, Greece Acropolis of Athens 01361.JPG
Alhambra Granada, Spain Patio de los Arrayanes.jpg
Angkor Wat Angkor, Cambodia Angkor Wat W-Seite.jpg
Eiffel Tower Paris, France Tour eiffel at sunrise from the trocadero.jpg
Hagia Sophia İstanbul, Turkey Aya sofya.jpg
Kiyomizu-dera Kyoto, Japan Kiyomizu-dera beams1.JPG
Moai Easter Island, Chile Ahu-Akivi-1.JPG
Neuschwanstein Füssen, Germany Neuschwanstein castle.jpg
Red Square Moscow, Russia Kremlin 27.06.2008 03.jpg
Statue of Liberty New York, United States Statue-de-la-liberte-new-york.jpg
Stonehenge Amesbury, United Kingdom Stonehenge Total.jpg
Sydney Opera House Sydney, Australia Sydneyoperahouse.JPG
Timbuktu Timbuktu, Mali Timbuktu Mosque Sankore.jpg